NasionalBerita

Dari Tanah Priangan: MAN 4 Tasikmalaya Gondol Juara 1 Nasional Berkat Robot Cabai ‘TROPHICHILIBOT’

115
×

Dari Tanah Priangan: MAN 4 Tasikmalaya Gondol Juara 1 Nasional Berkat Robot Cabai ‘TROPHICHILIBOT’

Share this article

Tasikmalaya.Hitz –  Dunia pendidikan Indonesia, khususnya madrasah, tengah berbangga. Tim Robotik dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Tasikmalaya sukses mengukir sejarah dengan meraih Juara 1 Kategori Karya Inovasi MA (The Most Innovative) pada Grand Final Madrasah Robotik Competition (MRC) 2025 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama RI.

Kemenangan ini bukan sekadar piala, melainkan pengakuan terhadap inovasi yang berangkat dari kearifan lokal dan kebutuhan praktis masyarakat tani.

Robot yang membawa tim Tasikmalaya ke puncak kejayaan adalah TROPHICHILIBOT, sebuah sistem robotik pertanian yang dirancang untuk mengatasi volatilitas hasil panen cabai, yang kerap berujung pada lonjakan harga di pasaran.

 

Ide TROPHICHILIBOT berakar dari pengamatan tim terhadap masalah utama petani cabai di daerah Cikalong, Tasikmalaya: kondisi lingkungan yang ekstrem dan tidak stabil.

Kepada media, Guru Pembimbing Robotik, Fitria Dwi Andriani, menjelaskan fungsi utama robot tersebut:

“TROPHICHILIBOT kami rancang sebagai solusi mitigasi. Robot ini memiliki dua fitur utama: sensor yang memantau suhu dan kelembapan tanah secara real-time, dan sistem Smart House yang bisa mengaktifkan pendinginan atau penyesuaian lingkungan secara otomatis.”

Inovasi ini memastikan tanaman cabai selalu berada dalam zona pertumbuhan ideal, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas panen. Dengan panen yang lebih stabil, diharapkan gejolak harga di pasaran dapat dikendalikan.

 

 

Madrasah Robotik Competition (MRC) adalah ajang tahunan yang mempertemukan talenta robotik terbaik dari seluruh madrasah di Indonesia. Dengan ribuan peserta yang mendaftar, lolos ke Grand Final saja sudah merupakan prestasi.

Kategori yang dimenangkan oleh MAN 4 Tasikmalaya, Karya Inovasi MA, adalah kategori yang paling menantang karena tidak hanya menilai ketepatan pemrograman, tetapi juga orijinalitas ide, relevansi sosial, dan potensi penerapan di dunia nyata. Dewan juri memberikan apresiasi tinggi karena TROPHICHILIBOT menawarkan solusi yang applicable untuk sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia.

 

Kepala MAN 4 Tasikmalaya, Endang, menyatakan bahwa prestasi ini adalah bukti nyata keberhasilan program ekstrakurikuler sains dan teknologi di madrasah.

“Kami bangga dengan anak-anak kami. Mereka membuktikan bahwa madrasah bukan hanya unggul di bidang keagamaan, tetapi juga mampu mencetak inovator teknologi. Kemenangan ini adalah hadiah bagi Kabupaten Tasikmalaya dan memotivasi madrasah lain untuk terus berani berinovasi,” kata Endang.

Kisah sukses TROPHICHILIBOT menjadi booming di media sosial dan komunitas pendidikan karena menunjukkan kolaborasi antara ilmu pengetahuan modern dan praktik pertanian tradisional. Ini menegaskan bahwa pelajar dari daerah mampu menghasilkan karya yang tidak kalah saing dengan sekolah-sekolah di kota besar, asalkan didukung oleh guru yang inspiratif dan fasilitas yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *