PendidikanBeritaTeknologi

Hibah PKM BIMA: Universitas BSI Tasikmalaya dan Bank Sampah Berseka Tingkatkan Produktivitas Silica Powder dengan alat inovatif dan Penerapan Teknologi Informasi.

×

Hibah PKM BIMA: Universitas BSI Tasikmalaya dan Bank Sampah Berseka Tingkatkan Produktivitas Silica Powder dengan alat inovatif dan Penerapan Teknologi Informasi.

Share this article
Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Bank Sampah (Eko Berseka) oleh tim Hibah PKM BIMA UBSI Kampus Tasikmalaya

TasikmalayaHitz, Tasikmalaya, 9 November 20025 – Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Kampus Tasikmalaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis lingkungan dan inovasi teknologi. Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), tim dosen BSI Kampus Tasikmalaya berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk (BSI) Berseka Kabupaten Tasikmalaya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas bubuk silika (silica powder) yang diolah dari limbah kaca, didukung oleh peralatan inovatif yang disediakan oleh pihak universitas.

Kegiatan implementasi program ini dilaksanakan pada Sabtu, 08 November 2025, bertempat di Sekretariat Bank Sampah Induk Berseka Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Program ini merupakan bagian dari Skema Hibah PKM Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi untuk masalah limbah kaca, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat kemandirian masyarakat melalui penerapan alat produksi yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Tim pelaksana kegiatan ini dipimpin oleh Herlan Sutisna, S.T., M.Kom, bersama anggota dosen Taufik Wibisono, S.T., M.Kom, Ratningsih, S.E, MMSI, serta dua mahasiswa, Reyhan Andrea Firdaus dan Zamzam Permana Maulana Sidik.

Herlan Sutisna, Ketua Tim Pelaksana Hibah BIMA Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, menjelaskan bahwa fokus utama program PKM ini adalah penguatan kapasitas produksi silica powder melalui dukungan alat inovatif dan implementasi sistem digitalisasi untuk pengelolaan bank sampah.

Ia menyampaikan, “Tujuan utama program PKM ini adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas silica powder hasil olahan limbah kaca. Universitas BSI memberikan dukungan alat inovatif yang dapat mempercepat proses produksi, meningkatkan efisiensi kerja, serta menjaga standar mutu produk yang lebih konsisten.”

Herlan menambahkan, limbah kaca yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomis, sebenarnya memiliki potensi tinggi jika diolah menggunakan teknologi tepat guna. Silica powder yang dihasilkan bisa dimanfaatkan di berbagai sektor, termasuk konstruksi, filter air, kerajinan, hingga kosmetik, sehingga menciptakan peluang usaha baru bagi para pengelola sampah.

Selain bantuan alat produksi, tim dosen BSI Tasikmalaya juga memperkenalkan sistem digitalisasi pengelolaan bank sampah melalui sebuah aplikasi bernama Eko Berseka. Aplikasi ini berfungsi sebagai sistem pencatatan transaksi dan keuangan yang transparan, memungkinkan setiap unit bank sampah untuk mengakses datanya secara mandiri.

“Melalui Eko Berseka, setiap unit bisa memantau saldo, melakukan pencatatan hasil penjualan, hingga menyusun laporan keuangan secara real time. Ini bentuk transformasi digital yang menegaskan bahwa bank sampah tidak lagi dikelola secara manual, tetapi dengan sistem modern yang akuntabel dan efisien,” tambah Herlan.

Dampak dan Apresiasi

Sebagai langkah implementasi nyata, tim dosen Universitas BSI Kampus Tasikmalaya melakukan serah terima aset produksi kepada Bank Sampah Induk Berseka. Aset yang diberikan meliputi wadah material, alat pengolahan kaca, perlengkapan keselamatan kerja, dan perangkat pendukung lainnya. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Herlan Sutisna dan diterima langsung oleh Direktur Bank Sampah Induk Berseka, Erlan Herlan, disaksikan oleh perangkat desa dan perwakilan unit bank sampah.

Erlan Herlan memberikan apresiasi tinggi atas dukungan dari Universitas BSI Tasikmalaya. Ia mengungkapkan, “Kolaborasi ini bukan hanya memberikan bantuan alat, tetapi juga pendampingan dan transfer pengetahuan. Dukungan teknologi inovatif dari Universitas BSI benar-benar meningkatkan kapasitas produksi kami, sehingga limbah kaca dapat diolah lebih cepat dan menghasilkan silica powder yang lebih halus dan berkualitas.”

Selain alat inovatif dan sistem digital, program PKM ini juga mencakup pelatihan tentang manajemen keuangan, strategi pemasaran digital (digital marketing), dan pembuatan konten media social berbasis Artificial Intelligence yang dilaksanakan dalam beberapa kali pelaksanaan. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pasar dan memperkuat posisi Bank Sampah Berseka sebagai pusat ekonomi sirkular di Kabupaten Tasikmalaya.

Herlan menegaskan visi jangka panjang, “Kami ingin Bank Sampah Berseka menjadi model percontohan ekonomi hijau berbasis teknologi digital di Jawa Barat. Program ini bukan hanya soal pengolahan limbah, tetapi juga transformasi mindset masyarakat bahwa sampah bisa menjadi sumber daya ekonomi yang menghidupi.”

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi, “Dari Kabupaten Tasikmalaya, kami ingin membuktikan bahwa inovasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi rakyat dapat berjalan beriringan. Melalui alat inovatif, digitalisasi, dan pelatihan, masyarakat bisa lebih mandiri serta memiliki daya saing tinggi dalam mengelola potensi lokal.”

Prosesi Serah Terima Aset

Program PKM ini dianggap sebagai implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menerapkan hasil riset dan inovasi teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga ketahanan lingkungan.

Saat ini, Bank Sampah Induk Berseka sedang dalam tahap monitoring dan evaluasi untuk memastikan efektivitas alat inovatif dan stabilitas sistem digital. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi hijau yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Erlan Herlan menyimpulkan, “Program ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan investasi sosial jangka panjang. Dukungan alat, pelatihan, dan sistem digital telah membuat kami lebih siap, lebih produktif, dan lebih percaya diri menghadapi tantangan industri pengelolaan sampah modern.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *