TasikmalayaHitz, Dunia akademik bukan hanya milik dosen dan peneliti senior. Kini, mahasiswa pun bisa berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan publikasi karya
ilmiah dalam bentuk paper jurnal. Bahkan, kolaborasi antar mahasiswa atau bersama dosen
menjadi salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas dan validitas karya.
Bambang Kelana Simpony, Dosen Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, menjelaskan bahwa
publikasi jurnal bukan lagi hal eksklusif. Mahasiswa sudah bisa berkontribusi sejak dini, terutama
jika topik yang mereka angkat berasal dari tugas akhir, proyek kampus, atau hasil magang.
“Menulis paper jurnal bukan hal yang menakutkan. Justru itu cara mahasiswa melatih berpikir
ilmiah dan menunjukkan bahwa mereka punya pemikiran yang layak disebarluaskan,” jelas
Bambang.
Menurutnya, banyak mahasiswa yang memiliki ide segar, bahkan solusi teknologi yang aplikatif.
Namun, sayangnya belum banyak yang diarahkan untuk menuangkan idenya ke dalam bentuk
artikel ilmiah yang bisa dibaca secara luas.
Universitas BSI Kampus Tasikmalaya sendiri telah membuka berbagai peluang agar mahasiswa
dapat belajar menulis, menyusun metodologi, hingga mempublikasikan paper di jurnal.
Kolaborasi mahasiswa dengan dosen juga sangat didukung, terutama dalam pengembangan
topik, penguatan literatur, dan tata tulis ilmiah.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya konsumtif terhadap literatur, tapi juga jadi produsen
pengetahuan. Mulai dari hal sederhana, seperti studi kasus teknologi di kampung halaman, atau
riset kecil tentang perilaku digital,” ujar Bambang.
Kampus dengan biaya kuliah terjangkau ini juga memiliki komitmen kuat dalam membangun
budaya akademik yang progresif dan aplikatif. Melalui diskusi antar mahasiswa, dan bimbingan
publikasi, BSI Tasikmalaya mendorong semua mahasiswanya untuk tidak ragu mengembangkan
diri lewat jalur ilmiah.
“Publikasi bukan soal gelar, tapi soal kontribusi. Kalau mahasiswa berani mencoba, mereka akan
kaget sendiri melihat betapa berharganya ide mereka jika dituangkan secara ilmiah,” tutup
Bambang.
Mahasiswa Bisa Publikasi Jurnal? Dosen UBSI: Justru Harus!









