Pendidikan

Dosen BSI: Masyarakat Perlu Melek Scam Digital di Marketplace dan Pinjaman Online Ilegal

148
×

Dosen BSI: Masyarakat Perlu Melek Scam Digital di Marketplace dan Pinjaman Online Ilegal

Share this article
Ilustrasi

TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin memudahkan transaksi keuangan dan belanja daring, kejahatan digital pun ikut berkembang. Salah satu yang marak adalah penipuan online melalui platform marketplace palsu dan pinjaman online (pinjol) ilegal, yang tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum.

Bambang Kelana Simpony, Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya, menilai literasi digital masyarakat Indonesia masih belum merata, sehingga banyak yang menjadi korban modus penipuan siber yang sebenarnya bisa dicegah.

“Banyak orang tergiur diskon besar atau pinjaman cepat cair tanpa syarat. Padahal, pelaku scam memanfaatkan kelengahan dan ketidaktahuan korban,” ujarnya.

Bambang menjelaskan bahwa scam digital sering menggunakan teknik rekayasa sosial, seperti menyamar menjadi layanan resmi, membuat tampilan website yang menyerupai marketplace ternama, atau menawarkan pinjaman dengan bunga tak masuk akal. Jika tidak waspada, pengguna bisa memberikan data pribadi, OTP, bahkan akses ke rekening bank mereka sendiri.

Untuk mengatasi hal ini, ia menekankan perlunya peningkatan kesadaran digital lintas usia dan profesi, bukan hanya terbatas di lingkungan pendidikan. “Literasi digital harus dimiliki semua kalangan—orang tua, pelaku UMKM, pekerja, hingga pelajar. Dunia digital tidak pilih-pilih korban,” tambahnya.

Sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi, Universitas BSI Kampus Tasikmalaya berperan aktif dalam menyuarakan pentingnya keamanan digital melalui seminar, pelatihan di pengabdian masyarakat, hingga edukasi internal bagi mahasiswa.

Bambang mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas aplikasi pinjaman di situs resmi OJK dan berhati-hati saat belanja daring, terutama jika diminta mentransfer ke rekening pribadi atau diarahkan ke link di luar platform resmi.

“Kalau tawarannya terlalu bagus untuk jadi kenyataan, kemungkinan besar itu jebakan. Jangan tergiur instan, pastikan sumbernya resmi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *