TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Fenomena penggunaan kata sandi yang lemah dan mudah ditebak masih menjadi kebiasaan sebagian besar mahasiswa. Hal ini disoroti oleh Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya, Bambang mengingatkan mahasiswa untuk tidak menggunakan password yang gampang ditebak, seperti nama pacar, tanggal jadian, atau bahkan nama sendiri.
“Kalau password kamu cuma nama gebetan atau angka 123456, siap-siap saja akunnya diretas. Di era digital, password adalah pintu pertama keamanan data. Jangan sepelekan,” ujarnya.
Menurut Bambang, penggunaan kata sandi yang kuat merupakan salah satu langkah dasar dalam menjaga keamanan digital pribadi. Ia menyarankan mahasiswa menggunakan kombinasi huruf besar-kecil, angka, dan simbol, serta menghindari pola atau informasi pribadi yang bisa ditebak orang lain.
Mahasiswa perlu diberi pemahaman praktis tentang cara mengelola akun secara aman, termasuk pentingnya penggunaan autentikasi dua langkah dan pengelolaan kata sandi.
“Kampus kami memang dikenal sebagai kampus dengan biaya terjangkau, tapi kami juga serius dalam menyiapkan mahasiswa yang siap secara digital. Termasuk dalam hal-hal sederhana seperti keamanan akun pribadi,” tegas Bambang.
Ia menambahkan bahwa di tengah maraknya kasus pencurian data dan penyalahgunaan akun media sosial, mahasiswa harus lebih proaktif menjaga identitas digitalnya. “Jangan tunggu sampai akun kamu dibajak, baru sadar pentingnya password,” tutupnya.









