KarirBeritaLokal

Mental Siap Kerja: Menghadapi Realita Dunia Kerja yang Tidak Seindah Harapan

213
×

Mental Siap Kerja: Menghadapi Realita Dunia Kerja yang Tidak Seindah Harapan

Share this article
Ilustrasi

TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Dunia kerja seringkali tidak sesuai dengan ekspektasi sebagian besar lulusan baru. Tekanan target, adaptasi dengan budaya perusahaan, jam kerja yang padat, hingga dinamika relasi antar kolega, menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi para fresh graduate. Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga secara mental.

Koordinator BSI Career Center Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya, Ir. Dini Silvi Purnia, M.Kom, mengingatkan bahwa mentalitas kerja adalah hal mendasar yang harus dipersiapkan sejak duduk di bangku kuliah.

“Banyak lulusan baru merasa kaget saat mulai bekerja karena mereka membayangkan dunia kerja akan seindah teori. Padahal, realita di lapangan sering kali berbeda. Oleh sebab itu, kesiapan mental, daya tahan terhadap tekanan, dan fleksibilitas menjadi sangat penting,” ujar Dini.

Menurutnya, dunia kerja tidak selalu memberikan kenyamanan di awal. Seorang karyawan baru dituntut untuk cepat belajar, beradaptasi dengan ritme kerja, menghadapi kritik, dan mengelola ekspektasi diri. Tanpa mental yang kuat, tidak sedikit fresh graduate yang merasa mudah menyerah, kehilangan motivasi, bahkan mengalami burnout di awal karier.

Untuk menjawab tantangan ini, BSI Career Center Universitas BSI terus memberikan pembinaan dan pelatihan kesiapan kerja, termasuk membahas isu-isu psikologis seperti manajemen stres, membangun mindset tangguh, serta strategi menghadapi konflik di tempat kerja.

“Kami membekali mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tapi juga mampu mengelola ekspektasi, menyikapi tekanan, dan tetap produktif dalam kondisi sulit. Dunia kerja menuntut lebih dari sekadar kecerdasan akademik,” tambahnya.

Melalui berbagai program pelatihan karier dan simulasi dunia kerja, mahasiswa Universitas BSI diajak untuk mengenali tantangan nyata yang mungkin mereka hadapi, serta membangun mentalitas resilience (daya lenting) yang menjadi kunci bertahan dan berkembang di tempat kerja.

BSI Career Center juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti magang, program relawan, atau proyek kolaboratif yang melatih adaptasi dan problem solving dalam situasi nyata. Dengan bekal tersebut, diharapkan lulusan Universitas BSI memiliki kesiapan mental yang kuat dalam menghadapi dunia kerja yang penuh dinamika dan tak selalu sesuai harapan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *