<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Terkini &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<atom:link href="https://tasikmalayahitz.com/topic/informasi-terkini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<description>Info Tasikmalaya Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Feb 2026 02:55:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Logo-Tasikmalaya-hitz-32x32.png</url>
	<title>Informasi Terkini &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harga Beras di Jawa Barat Mulai &#8216;Ugal-ugalan&#8217;, Warga Tasikmalaya Mulai Putar Otak</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/berita/harga-beras-di-jawa-barat-mulai-ugal-ugalan-warga-tasikmalaya-mulai-putar-otak/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/berita/harga-beras-di-jawa-barat-mulai-ugal-ugalan-warga-tasikmalaya-mulai-putar-otak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 02:55:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#HargaBeras #KabarJabar #InfoPasar #EkonomiRakyat #UpdateTasik #BerasMahal #InfoSembako]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=4237</guid>

					<description><![CDATA[TasikmalayaHitz, Awal Februari 2026 ternyata tidak membawa kabar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="4"><strong>TasikmalayaHitz, </strong>Awal Februari 2026 ternyata tidak membawa kabar baik bagi urusan dapur. Di berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya dan sekitarnya, harga beras kembali merangkak naik. Fenomena ini membuat para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner mulai &#8220;ketar-ketir&#8221; karena kenaikannya merata di hampir semua jenis kualitas beras.</p>
<p data-path-to-node="5">Pantauan di beberapa pasar tradisional menunjukkan bahwa beras medium yang biasanya lebih terjangkau, kini harganya sudah mulai mendekati harga beras premium bulan lalu. Kondisi ini dipicu oleh masa paceklik di beberapa lumbung padi serta kendala distribusi akibat cuaca ekstrem yang masih sering melanda wilayah Jawa Barat.</p>
<p data-path-to-node="7">Kenaikan ini bukan sekadar angka di papan tulis pasar. Dampaknya sangat terasa bagi pedagang yang omzetnya mulai menurun karena pembeli yang biasanya beli per karung, kini beralih beli literan.</p>
<p data-path-to-node="8">Salah satu pedagang di pasar tradisional, <b data-path-to-node="8" data-index-in-node="42">Haji Maman (52)</b>, mengungkapkan realita pahit yang dihadapi para pedagang saat ini:</p>
<blockquote data-path-to-node="9">
<p data-path-to-node="9,0"><i data-path-to-node="9,0" data-index-in-node="0">&#8220;Pusing kita, dari bandarnya memang sudah tinggi harganya. Mau dinaikkan terlalu mahal kasihan pelanggan, nggak dinaikkan kita yang nombok. Akhirnya ya stok dikurangi saja, yang penting tetap ada buat pelanggan tetap,&#8221;</i> ujarnya.</p>
</blockquote>
<h3 data-path-to-node="10"><b data-path-to-node="10" data-index-in-node="0">Respons Pemerintah: Akankah Ada Operasi Pasar?</b></h3>
<p data-path-to-node="11">Pihak Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Jawa Barat menyebutkan bahwa pihaknya tengah memantau ketat pergerakan harga ini. Rencana operasi pasar mulai dicanangkan untuk menekan lonjakan harga agar tidak semakin liar dan membebani masyarakat kelas bawah.</p>
<p data-path-to-node="12">Kondisi ini juga diperparah dengan fluktuasi harga kebutuhan lain seperti cabai dan minyak goreng yang ikut-ikutan &#8220;panas&#8221;. Warga pun mulai disarankan untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran dan tidak melakukan <i data-path-to-node="12" data-index-in-node="216">panic buying</i> yang justru bisa memperburuk stok di pasar.</p>
<h3 data-path-to-node="13"><b data-path-to-node="13" data-index-in-node="0">Tips Hemat di Tengah Kenaikan Harga:</b></h3>
<ol start="1" data-path-to-node="14">
<li>
<p data-path-to-node="14,0,0"><b data-path-to-node="14,0,0" data-index-in-node="0">Beli Eceran di Warung Terdekat:</b> Kadang selisih harga antar warung bisa dimanfaatkan untuk menghemat sedikit pengeluaran.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="14,1,0"><b data-path-to-node="14,1,0" data-index-in-node="0">Cari Alternatif Karbohidrat:</b> Sesekali mengganti nasi dengan jagung atau umbi-umbian bisa jadi variasi yang sehat sekaligus hemat.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="14,2,0"><b data-path-to-node="14,2,0" data-index-in-node="0">Pantau Info Operasi Pasar:</b> Pantau akun media sosial pemerintah setempat untuk jadwal pasar murah yang biasanya diadakan di tingkat kecamatan.</p>
</li>
</ol>
<p data-path-to-node="15">Semoga saja kenaikan ini hanya sementara dan stok beras nasional segera kembali stabil, sehingga &#8220;urusan perut&#8221; warga Jawa Barat tidak semakin tercekik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/berita/harga-beras-di-jawa-barat-mulai-ugal-ugalan-warga-tasikmalaya-mulai-putar-otak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Mulai Meroket, Waspada Dampak Inflasi di Awal Tahun 2026</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/berita/harga-bahan-pokok-di-tasikmalaya-mulai-meroket-waspada-dampak-inflasi-di-awal-tahun-2026/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/berita/harga-bahan-pokok-di-tasikmalaya-mulai-meroket-waspada-dampak-inflasi-di-awal-tahun-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 03:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#HargaPanganTasik #InfoTasikmalaya #CoreIndonesia #BeritaTerkiniTasik #InflasiDaerah]]></category>
		<category><![CDATA[#LiterasiDigital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=3997</guid>

					<description><![CDATA[TasikmalayaHitz. – Memasuki pekan kedua Januari 2026, fluktuasi harga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="4"><b data-path-to-node="4" data-index-in-node="0">TasikmalayaHitz.</b> – Memasuki pekan kedua Januari 2026, fluktuasi harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian serius. Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Cikurubuk dan Pasar Pancasila pada Senin (12/1/2026), kenaikan signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta kendala distribusi dari daerah penghasil.</p>
<p data-path-to-node="5">Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan baik oleh konsumen rumah tangga maupun para pelaku usaha kuliner lokal. Kondisi ini jika terus berlanjut tanpa intervensi, dikhawatirkan akan memicu kenaikan inflasi daerah dan menurunkan daya beli masyarakat di awal tahun.</p>
<p data-path-to-node="6">Menanggapi fenomena tahunan yang kerap berulang ini, pengamat ekonomi sekaligus Direktur Eksekutif <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="99">Center of Reform on Economics</i> (CORE) menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga rantai pasok agar tetap stabil.</p>
<blockquote data-path-to-node="7">
<p data-path-to-node="7,0">     “Pemerintah daerah harus memperkuat kerja sama antar-daerah untuk menjamin kelancaran pasokan pangan. Stabilitas harga di pasar tradisional sangat bergantung pada efisiensi distribusi. Jika pasokan terganggu karena cuaca, maka operasi pasar dan pengawasan stok di gudang-gudang distributor harus segera ditingkatkan agar tidak terjadi spekulasi harga,” ungkap <b data-path-to-node="7,0" data-index-in-node="365">Mohammad Faisal</b>, Direktur Eksekutif CORE Indonesia.</p>
</blockquote>
<p data-path-to-node="8">Di tingkat pedagang, kenaikan harga ini menyebabkan penurunan omzet karena masyarakat cenderung mengurangi jumlah pembelian. Beberapa pedagang memilih untuk tidak menyetok barang dalam jumlah besar demi menghindari kerugian akibat barang yang layu atau tidak terjual.</p>
<p data-path-to-node="9">Haji Maman, salah satu pedagang di Pasar Cikurubuk, mengaku harus memberikan pengertian ekstra kepada pelanggannya.</p>
<blockquote data-path-to-node="10">
<p data-path-to-node="10,0">     “Pembeli banyak yang kaget, biasanya beli sekilo sekarang cuma setengah atau seperempat. Kami sebagai pedagang juga serba salah, modalnya sudah tinggi dari sananya. Harapan kami pasokan lancar lagi supaya harga kembali normal dan pasar ramai lagi,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<p data-path-to-node="11">Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perdagangan diharapkan segera melakukan langkah taktis, termasuk rencana Operasi Pasar Murah (OPM) di beberapa titik jika tren kenaikan harga ini tidak kunjung melandai dalam satu minggu ke depan. Kesigapan pemerintah dalam merespon harga pangan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas ekonomi masyarakat di awal tahun 2026.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/berita/harga-bahan-pokok-di-tasikmalaya-mulai-meroket-waspada-dampak-inflasi-di-awal-tahun-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
