<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cyber University &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<atom:link href="https://tasikmalayahitz.com/topic/cyber-university/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<description>Info Tasikmalaya Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Oct 2025 06:48:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Logo-Tasikmalaya-hitz-32x32.png</url>
	<title>Cyber University &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cyber University: Quantum, MoU BSSN dan Masa Depan yang Jangan-Jangan Lebih Rumit dari Skripsi</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/opini/cyber-university-quantum-mou-bssn-dan-masa-depan-yang-jangan-jangan-lebih-rumit-dari-skripsi/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/opini/cyber-university-quantum-mou-bssn-dan-masa-depan-yang-jangan-jangan-lebih-rumit-dari-skripsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 06:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Cyber University]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Siber dan Sandi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[BSSN]]></category>
		<category><![CDATA[Quantum Computing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=2729</guid>

					<description><![CDATA[TasikmalayaHitz Jakarta &#8211; Kalau menemukan kata “quantum”, banyak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TasikmalayaHitz </strong>Jakarta &#8211; Kalau menemukan kata “quantum”, banyak dari kita langsung keringetan duluan. Antara trauma fisika SMA atau kebayang Avengers: Endgame. Tapi percaya atau tidak, hari ini quantum bukan lagi urusan layar bioskop. Ia hadir di dunia nyata, nongkrong bareng kampus, bahkan bikin pejabat negara turun tangan tanda tangan MoU.</p>
<p>Itu yang terjadi di event Qiskit Fall Fest 2025 pada Selasa (30/9) di aula kampus Cyber University, Jakarta Selatan. Bukan cuma diskusi serius tentang masa depan komputasi quantum, acara ini juga menandai kerja sama antara Cyber University dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Iya, yang biasanya kita dengar kalau ada heboh soal peretasan data atau kebocoran NIK di pasar gelap.</p>
<p>Kedua institusi ini sepakat lewat Nota Kesepahaman (MoU) untuk bareng-bareng ngurusin pendidikan, riset, pelatihan, sampai urusan keamanan siber quantum. Kalau dibaca sekilas, daftar kerja samanya panjang banget. Tapi intinya jelas bahwa ini soal masa depan. Soal bagaimana kita nggak cuma jadi pengguna, tapi juga punya kapasitas melindungi diri di era post-quantum cryptography.</p>
<p>Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono, Ph.D, ngomong lantang di podium, “Hari ini kita bukan hanya bicara masa depan quantum, tapi juga memastikan ekosistem keamanan digital Indonesia siap menghadapi tantangan baru. Kolaborasi dengan BSSN adalah langkah nyata untuk membangun kapasitas, riset, dan SDM di bidang keamanan siber kuantum.”</p>
<p>Sementara itu, Y.B. Susilo Wibowo, Sekretaris Utama BSSN, juga nggak kalah serius. Katanya,<br />
“Kami melihat Cyber University sebagai mitra strategis untuk mencetak talenta digital yang kuat dan inovatif. MoU ini diharapkan jadi dasar kolaborasi yang konkret dalam lima tahun ke depan.”</p>
<p>Nah, kalau pejabat sudah pakai kata “konkret”, biasanya ada dua kemungkinan yaitu beneran jalan atau jadi laporan tahunan yang bahasanya manis tapi implementasinya nyesek. Semoga yang ini masuk kategori pertama.</p>
<p>MoU ini berlaku lima tahun, dengan janji dalam enam bulan harus sudah ada minimal satu Perjanjian Kerja Sama (PKS). Alias nggak boleh cuma tanda tangan lalu difoto rame-rame buat Instagram kampus. Harus ada tindak lanjut nyata.</p>
<p>Di satu sisi, ini langkah maju. Indonesia nggak bisa terus jadi penonton yang cuma bengong lihat berita soal quantum computing di luar negeri. Tapi di sisi lain, kita juga harus jujur, kadang urusan paling sederhana kayak ngamanin data mahasiswa aja masih suka bocor entah ke mana. Lalu gimana mau siap menghadapi era post-quantum cryptography?</p>
<p>Mungkin memang benar kata orang bijak bahwa masa depan itu bukan untuk ditunggu, tapi harus dijemput. Ya, semoga MoU Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia dan BSSN ini bukan sekadar jargon, tapi betul-betul bikin mahasiswa, peneliti, bahkan industri siap menghadapi era quantum yang konon lebih rumit dari skripsi bab tiga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/opini/cyber-university-quantum-mou-bssn-dan-masa-depan-yang-jangan-jangan-lebih-rumit-dari-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Quantum Bukan Lagi Sekadar Teori di Film Marvel</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/opini/quantum-bukan-lagi-sekadar-teori-di-film-marvel/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/opini/quantum-bukan-lagi-sekadar-teori-di-film-marvel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 06:42:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Cyber University]]></category>
		<category><![CDATA[BSSN]]></category>
		<category><![CDATA[Quantum Computing]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=2726</guid>

					<description><![CDATA[TasikmalayaHitz Jakarta &#8211; Kalau dengar kata “quantum”, sebagian...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TasikmalayaHitz </strong>Jakarta &#8211; Kalau dengar kata “quantum”, sebagian orang mungkin langsung ingat Ant-Man, mesin waktu Avengers, atau sekadar istilah rumit yang biasa nongol di seminar fisika teoretis. Tapi Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono, Ph.D, punya cara lain menjelaskannya, quantum bukan lagi bahan film superhero, tapi kenyataan yang sebentar lagi ngetuk pintu hidup kita.</p>
<p>Hal itu ia lontarkan di event Qiskit Fall Fest 2025 yang berlangsung pada Selasa (30/9) di Aula Cyber University, Jakarta Selatan. Acara ini digelar Cyber University barengan sama IBM Quantum. Dan ya, kalau sudah ada nama IBM nyangkut di situ, kita tahu ini bukan sekadar acara “seminar-seminaran”.</p>
<p>Apalagi Cyber University jadi satu-satunya Universitas di Indonesia yang terpilih sebagai Support Event bersama IBM Quantum, bahkan di dunia hanya 150 yang terpilih, Indonesia salah satunya, lewat Cyber University. Gokil.</p>
<p>Gunawan buka materinya dengan perbandingan yang cukup menohok. Katanya, kalau Artificial Intelligence (AI) sudah bikin hidup kita jungkir balik hari ini, mulai dari skripsi bisa ditulis ChatGPT sampai kerjaan desain diambil alih MidJourney, maka Quantum Computing bakal jadi guncangan berikutnya.</p>
<p>“Quantum bukan cuma soal kecepatan, tapi soal cara berpikir baru. Kita bicara optimization, simulation, keamanan data, sampai pemodelan finansial. Semua itu bakal mengubah wajah industri, dan Indonesia harus siap ambil peran,” ujarnya dengan nada tegas tapi penuh optimisme.</p>
<p>Bayangin aja, komputer klasik yang selama ini kita banggakan bisa kalah telak sama mesin quantum dalam hitungan detik. Masalah yang selama ini kayak tembok kokoh, misalnya prediksi pasar finansial atau simulasi molekul obat, bisa ditembus kayak pintu warteg di jam makan siang.</p>
<p>Nah, di titik ini Gunawan agak nyentil bahwa Indonesia jangan cuma jadi penonton. Jangan sampai, kata Gunawan, kita kebagian jadi “user terakhir (end user)” yang cuma pakai hasil riset luar negeri tanpa punya kapasitas sendiri. Dan ini alasan kenapa Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia, sibuk bikin diskusi akademik sampai kolaborasi internasional.</p>
<p>Yang paling menarik, acara ini nggak cuma berhenti di wacana. Ada MoU dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), yang menurut Gunawan adalah tonggak penting. Dunia sedang panik menghadapi ancaman post-quantum cryptography, artinya, sistem keamanan data kita yang sekarang mungkin bisa diacak-acak komputer quantum di masa depan. Indonesia nggak boleh gagap. Harus riset, harus siap SDM, dan harus punya tameng sendiri.</p>
<p>Di akhir, Gunawan bikin pernyataan yang lumayan bikin merinding, “Hari ini kita tidak hanya bicara masa depan, kita sedang menuliskannya. Dan Cyber University ingin memastikan anak muda Indonesia menjadi penulis utama, bukan catatan kaki dalam sejarah quantum computing dunia.”</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, ini bukan sekadar jargon akademik. Mahasiswa hari ini mungkin memang harus berhenti menganggap quantum cuma rumus asing di buku tebal. Karena bisa jadi, dalam 10–20 tahun ke depan, mereka justru yang akan diminta jadi pionir bikin algoritma baru, mengamankan data negara, atau minimal ngerti kenapa laptop jadul mereka nggak ada apa-apanya dibanding mesin quantum.</p>
<p>Dan kalau benar quantum adalah “revolusi berikutnya” setelah AI, mungkin pertanyaannya sederhana tapi menggelitik, kita siap jadi pemain utama, atau cukup puas jadi penonton bioskop yang cuma manggut-manggut nonton film Marvel?</p>
<p>kata kunci: Quantum Computing</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/opini/quantum-bukan-lagi-sekadar-teori-di-film-marvel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petualangan Mahasiswa Cyber University Belajar Fintech di Malaysia, Relasi Meluas Lintas Negara</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/pendidikan/petualangan-mahasiswa-cyber-university-belajar-fintech-di-malaysia-relasi-meluas-lintas-negara/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/pendidikan/petualangan-mahasiswa-cyber-university-belajar-fintech-di-malaysia-relasi-meluas-lintas-negara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 02:20:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Cyber University]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Fintech]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=2499</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalaya.Hitz Generasi muda Indonesia kini semakin berani melakukan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalaya.Hitz </strong>Generasi muda Indonesia kini semakin berani melakukan petualangan ke kancah internasional untuk mengasah kemampuan dan meraih jaringan (networking) seluas mungkin. Salah satu contohnya adalah Jovinta Putri Hapsari, mahasiswi berprestasi Program Studi (Prodi) Bisnis Digital Cyber University, yang baru saja pulang dari Malaysia setelah mengikuti program student exchange dan Hackathon Internasional di Universitas Teknologi Petronas (UTP), Malaysia.</p>
<p>Perjalanan ini bukan sekadar liburan, melainkan sebuah investasi berharga yang membawanya lebih dekat dengan mimpi profesionalnya. Cyber University, sebagai The First Fintech University in Indonesia, terus mendorong mahasiswanya untuk memiliki pengalaman global seperti ini.</p>
<p><strong>Petualangan Jovinta Meraih Networking Internasional</strong></p>
<p>Selama empat hari di Malaysia (25-28 Agustus 2025), Jovinta tak hanya beradu kreativitas dalam Hackathon Internasional, tetapi juga membangun koneksi berharga dengan mahasiswa dan profesional dari berbagai negara. Bayangkan, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan individu-individu dari latar belakang berbeda, mendengar kisah sukses mereka, dan mempelajari perspektif global yang berbeda.</p>
<p>Pengalaman ini sungguh tak ternilai harganya! “Networking adalah salah satu hal paling berharga dari perjalanan ini,&#8221; ujar Jovinta. &#8220;Saya bertemu orang-orang dari berbagai negara, mendengar cerita mereka, dan belajar bagaimana mereka memandang dunia. Semua itu memberi saya insight baru.”</p>
<p>Tidak hanya networking, Jovinta juga berkesempatan melakukan industrial visit ke dua perusahaan besar di Malaysia. Di sinilah ia menyaksikan langsung bagaimana perusahaan internasional beroperasi, mengelola sumber daya, menerapkan inovasi teknologi terkini, dan menghadapi tantangan-tantangan di era digital. Ia bisa melihat secara langsung penerapan teori yang dipelajari di kelas, menjadikannya lebih siap menghadapi dunia kerja nantinya.</p>
<p><strong>International Industrial Visits</strong></p>
<p>Rianti Rozalina, dosen Program Studi Bisnis Digital  Cyber University yang mendampingi mahasiswa dalam program ini, menekankan pentingnya pengalaman industrial visit tersebut. “Industrial visit memberi saya perspektif nyata tentang dunia kerja internasional,” kata Rianti.</p>
<p>Mahasiswa bisa melihat langsung, tambah Rianti, bagaimana sebuah perusahaan berjalan, beradaptasi dengan perkembangan digital, dan tetap relevan di tengah persaingan global. Ditambah dengan pengalaman networking, perjalanan ini benar-benar diharapkan mampu memperkaya pengalaman mahasiswa, baik sebagai mahasiswa maupun calon profesional.</p>
<p>Pengalaman berharga Jovinta ini juga mendapat sambutan positif dari Vivi Afifah, Ketua Prodi Bisnis Digital Cyber University. Vivi menyambut baik kepulangan para mahasiswa dari Malaysia dan melihatnya sebagai pencapaian penting. “Ini bukan hanya menandai akhir dari sebuah perjalanan, tetapi sekaligus menjadi awal dari fase baru yang lebih besar,” ujar Vivi.</p>
<p>Ia pun berharap pengalaman Jovinta dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi di tingkat internasional, mengeksplorasi dunia, dan membawa pulang manfaat nyata bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia, sangat bangga dengan pencapaian mahasiswanya.</p>
<p>Keberhasilan program student exchange ini membuktikan komitmen Cyber University dalam mencetak lulusan yang tak hanya handal secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional dan jaringan koneksi yang luas. Di era globalisasi seperti sekarang, pengalaman internasional menjadi aset berharga yang sangat dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja.</p>
<p>Kisah Jovinta bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi besar dan mengejar peluang di kancah global. Mereka bisa mengikuti jejaknya, membangun networking internasional, dan mengasah skill di perusahaan-perusahaan ternama. Semua ini akan mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin masa depan yang inovatif dan berkompeten.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/pendidikan/petualangan-mahasiswa-cyber-university-belajar-fintech-di-malaysia-relasi-meluas-lintas-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadi Pakar Fintech dengan Kuliah di Prodi Sistem Informasi Cyber University</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/teknologi/jadi-pakar-fintech-dengan-kuliah-di-prodi-sistem-informasi-cyber-university/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/teknologi/jadi-pakar-fintech-dengan-kuliah-di-prodi-sistem-informasi-cyber-university/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 02:08:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Cyber University]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Technoloogy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=2494</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalaya.Hitz Generasi muda Indonesia, siapkan diri kalian untuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalaya.Hitz </strong>Generasi muda Indonesia, siapkan diri kalian untuk menjadi tulang punggung revolusi finansial digital! Di era yang serba cepat ini, kebutuhan akan ahli teknologi informasi di bidang Financial Technology (FinTech) semakin meningkat. Jika kalian bermimpi membangun karier cemerlang dan berkontribusi dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia, salah satunya FinTech tadi, maka Program Studi (Prodi) Sistem Informasi di Cyber University adalah jawabannya.</p>
<p>Perkembangan teknologi finansial atau FinTech yang pesat telah mengubah cara kita bertransaksi, berinvestasi, dan mengelola keuangan. Dari pembayaran digital hingga manajemen aset kripto, teknologi menjadi jantung dari setiap aktivitas finansial modern. Oleh karena itu, para profesional yang mampu merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem informasi di bidang ini sangat dibutuhkan.</p>
<p><strong>Prodi Sistem Informasi Cyber University</strong></p>
<p>Prodi Sistem Informasi di Cyber University hadir dengan dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri tersebut. Kurikulum yang inovatif dan komprehensif akan membekali kalian dengan keahlian teknis yang dibutuhkan, mulai dari perancangan sistem informasi hingga implementasinya dalam skala enterprise.</p>
<p>Kalian tidak hanya akan belajar teori, namun juga langsung berlatih membangun solusi FinTech nyata, seperti sistem pembayaran digital, platform investasi online, atau sistem keamanan siber untuk transaksi keuangan. Bayangkan, kalian akan belajar membangun sistem yang digunakan jutaan orang setiap harinya!</p>
<p>Salah satu keunggulan lainnya yang dimiliki Cyber University adalah Company Learning Program (CLP) 3+1 yang unik. Tiga tahun pertama kalian akan menghabiskan waktu di kampus, mengasah kemampuan teknis dan teoritis. Namun, keunggulan ini tidak berhenti sampai disitu. Tahun terakhir kuliah kalian akan didedikasikan untuk magang di perusahaan FinTech terkemuka, baik skala nasional maupun internasional!</p>
<p>Tentu, hal tersebut adalah kesempatan emas untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata, membangun jaringan profesional, dan merasakan langsung dinamika industri FinTech. Dengan program ini, kalian tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga portofolio dan pengalaman kerja yang berharga.</p>
<p><strong>Penguasaan Teknologi di Dunia Fintech</strong></p>
<p>Cyber University juga fokus pada penguasaan teknologi mutakhir yang terus berkembang di dunia FinTech. Kalian akan mempelajari cloud computing, artificial intelligence, big data analytics, dan keamanan siber, semua teknologi penting untuk membangun sistem FinTech yang handal dan aman. Kalian pun, akan dilatih untuk menjadi inovator, bukan hanya teknisi.</p>
<p>Lebih dari sekedar mencetak lulusan, Cyber University membekali kalian dengan kemampuan untuk menciptakan solusi FinTech kelas enterprise. Bayangkan, kalian dapat berkontribusi dalam membangun sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, bahkan startup FinTech yang sedang berkembang pesat. Kalian tidak hanya akan menjadi bagian dari revolusi FinTech, tetapi juga menjadi penggerak utamanya.</p>
<p>Bagi kalian yang memiliki minat di bidang teknologi dan keuangan digital, Cyber University adalah pilihan yang tepat. Bergabunglah dan raih masa depan yang cerah di industri FinTech yang penuh potensi. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi yang akan membentuk masa depan keuangan digital Indonesia!</p>
<p><strong>Komitmen Cyber University</strong></p>
<p>Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia memiliki komitmen untuk menyediakan pendidikan yang unggul dan inovatif di bidang FinTech. Dengan pendekatan pembelajaran yang berbasis praktik dan kolaborasi dengan industri, Cyber University memastikan lulusannya siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis. Ini adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari universitas terdepan yang berfokus pada pendidikan FinTech di Indonesia.</p>
<p>Dengan demikian, lulusan Prodi Sistem Informasi Cyber University bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin dan berinovasi dalam dunia FinTech yang terus berkembang. Mereka akan menjadi asset berharga bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dan dunia. Cyber University telah membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan andal yang siap menghadapi tantangan industri FinTech.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/teknologi/jadi-pakar-fintech-dengan-kuliah-di-prodi-sistem-informasi-cyber-university/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
