<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Qualcomm &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<atom:link href="https://tasikmalayahitz.com/tag/qualcomm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<description>Info Tasikmalaya Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 04:25:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Logo-Tasikmalaya-hitz-32x32.png</url>
	<title>Qualcomm &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Huawei dan Qualcomm Sepakati Lisensi Paten 5G dan AI, Nilainya Capai Rp 123 Triliun</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/teknologi/huawei-dan-qualcomm-sepakati-lisensi-paten-5g-dan-ai-nilainya-capai-rp-123-triliun/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/teknologi/huawei-dan-qualcomm-sepakati-lisensi-paten-5g-dan-ai-nilainya-capai-rp-123-triliun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novita Noer Janah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 04:25:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Huawei]]></category>
		<category><![CDATA[Qualcomm]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi AS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6946</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Perusahaan teknologi China, Huawei, dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Jakarta</strong> – Perusahaan teknologi China, Huawei, dan perusahaan chip asal Amerika Serikat (AS), Qualcomm, menyepakati perjanjian lisensi paten multi-tahun yang mencakup teknologi 5G, komputasi, kecerdasan buatan (AI), dan jaringan. Selasa (6/10).</p>
<p>Kesepakatan tersebut diumumkan kedua perusahaan pada Senin (5/10/2026). Dalam perjanjian ini, Huawei dan Qualcomm melakukan lisensi silang (<em>cross licensing</em>) atas portofolio paten masing-masing di berbagai bidang teknologi.</p>
<p>Selain lisensi silang, Qualcomm juga akan membeli sejumlah paten Huawei yang terdaftar di AS. Paten tersebut mencakup teknologi komputasi, AI, jaringan, dan teknologi lainnya. Kedua perusahaan menyatakan kerja sama ini dilakukan dengan mengacu pada prinsip FRAND (<em>fair, reasonable and non-discriminatory</em>), yaitu pemberian lisensi teknologi dengan ketentuan yang adil, wajar, dan tidak diskriminatif.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-6947 size-full" src="https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2026/10/6459de05098a7.jpeg" alt="" width="1200" height="800" /></p>
<p>Nilai pembelian paten dan kerja sama lisensi silang secara keseluruhan belum diungkapkan. Namun, berdasarkan laporan Reuters yang dikutip Kompas.com, Huawei memperkirakan nilai kumulatif dari seluruh kesepakatan lisensi patennya dapat mencapai lebih dari 6,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 123 triliun setelah seluruh kesepakatan resmi ditutup.</p>
<p>Kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan regulator yang diperlukan. Hal ini menjadi perhatian karena melibatkan perusahaan dari China dan AS, sementara Huawei telah masuk dalam daftar hitam Departemen Perdagangan AS sejak 2019 yang membatasi akses perusahaan tersebut terhadap sejumlah teknologi dan komponen dari perusahaan AS.</p>
<p>Dikutip dari KompasTekno, pembatasan tersebut mendorong Huawei meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan (R&amp;D). Di sisi lain, bisnis lisensi kekayaan intelektual Huawei telah mencatat keuntungan sejak 2021. Huawei sendiri diketahui pertama kali membayar biaya lisensi kepada Qualcomm pada 2001.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/teknologi/huawei-dan-qualcomm-sepakati-lisensi-paten-5g-dan-ai-nilainya-capai-rp-123-triliun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
