<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NTT &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<atom:link href="https://tasikmalayahitz.com/tag/ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<description>Info Tasikmalaya Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 02:52:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Logo-Tasikmalaya-hitz-32x32.png</url>
	<title>NTT &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebakaran TWA Rana Mese Diduga akibat Kelalaian atau Kesengajaan Manusia</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/wisata/kebakaran-twa-rana-mese-diduga-akibat-kelalaian-atau-kesengajaan-manusia/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/wisata/kebakaran-twa-rana-mese-diduga-akibat-kelalaian-atau-kesengajaan-manusia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novita Noer Janah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 02:52:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6943</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Borong – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Borong</strong> – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menduga kebakaran di Taman Wisata Alam (TWA) Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, disebabkan oleh kelalaian atau kesengajaan manusia. Selasa (6/10).</p>
<p>Kepala BBKSDA NTT Adhi Nurul Hadi mengatakan dugaan tersebut muncul karena kebakaran terjadi pada malam hari. Namun, penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Minggu (4/10/2026) malam masih dalam penyelidikan.</p>
<p>Api mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WITA dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WITA. Kebakaran melanda area seluas sekitar 0,07 hektar dengan vegetasi yang terbakar didominasi tanaman perdu seperti pakis dan kirinyuh.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/wisata/kastil-nijo-kyoto-siapkan-tarif-tiket-berbeda-untuk-penduduk-dan-wisatawan/">Kastil Nijo Kyoto Siapkan Tarif Tiket Berbeda untuk Penduduk dan Wisatawan</a></p>
<p>Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau serta sulitnya mendapatkan sumber air. Kondisi tersebut membuat api menyebar dengan cepat di kawasan hutan.</p>
<p>BBKSDA NTT menyebut kebakaran tersebut dapat berdampak terhadap kondisi hidrologi dan ekologi. Terbukanya vegetasi berpotensi meningkatkan aliran permukaan yang dapat menyebabkan erosi serta mengurangi penyerapan air hujan ke dalam tanah. Sementara dari sisi ekologi, kebakaran dapat merusak vegetasi dan mikroorganisme tanah di lantai hutan.</p>
<p>Dikutip dari Kompas.com, BBKSDA NTT mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan sumber api guna mencegah kebakaran kembali terjadi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/wisata/kebakaran-twa-rana-mese-diduga-akibat-kelalaian-atau-kesengajaan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Penyelam Hilang di Perairan Pulau Panga Batang Sikka, Tim SAR Lakukan Pencarian</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/wisata/4-penyelam-hilang-di-perairan-pulau-panga-batang-sikka-tim-sar-lakukan-pencarian/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/wisata/4-penyelam-hilang-di-perairan-pulau-panga-batang-sikka-tim-sar-lakukan-pencarian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novita Noer Janah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 12:40:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Panga Batang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6894</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Sikka – Tim SAR gabungan melakukan pencarian...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Sikka</strong> – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap empat orang yang hilang saat melakukan aktivitas menyelam (<em>diving</em>) di sekitar perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026).</p>
<p>Dikutip dari Kompas.com, keempat orang tersebut terdiri dari tiga warga negara asing (WNA), yakni dua warga Irlandia dan satu warga Austria, serta satu pemandu wisata atau <em>tour guide</em> asal Indonesia.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Maumere, Fathur Rahman, mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 10.00 Wita. Para penyelam kemudian dibagi menjadi dua tim dan masing-masing didampingi seorang pemandu.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/wisata/kastil-nijo-kyoto-siapkan-tarif-tiket-berbeda-untuk-penduduk-dan-wisatawan/">Kastil Nijo Kyoto Siapkan Tarif Tiket Berbeda untuk Penduduk dan Wisatawan</a></p>
<p>Saat penyelaman berlangsung, kondisi arus di lokasi cukup kencang. Tim pertama berhasil kembali ke permukaan, sedangkan tim kedua yang terdiri dari satu pemandu WNI, dua WNA asal Irlandia, dan satu WNA asal Austria belum muncul ke permukaan.</p>
<p>Pihak pemandu kemudian meminta bantuan SAR. Tim SAR gabungan mengerahkan KN SAR Puntadewa 250 menuju lokasi yang berjarak sekitar 16,6 mil laut dari Pelabuhan Wuring, Maumere.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan pertolongan terhadap empat penyelam yang belum kembali ke permukaan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/wisata/4-penyelam-hilang-di-perairan-pulau-panga-batang-sikka-tim-sar-lakukan-pencarian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
