<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#KulinerTasik &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<atom:link href="https://tasikmalayahitz.com/tag/kulinertasik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<description>Info Tasikmalaya Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Mar 2026 03:32:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Logo-Tasikmalaya-hitz-32x32.png</url>
	<title>#KulinerTasik &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gurihnya Kicimpring Rempah Tasik, Cuan Melimpah Jelang Lebaran</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/berita/gurihnya-kicimpring-rempah-tasik-cuan-melimpah-jelang-lebaran/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/berita/gurihnya-kicimpring-rempah-tasik-cuan-melimpah-jelang-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 03:32:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#KulinerTasik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=4689</guid>

					<description><![CDATA[TasikmalayaHitz- Di tengah suasana sejuk Kampung Nagasari, Kecamatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TasikmalayaHitz-</strong></p>
<div id="model-response-message-contentr_ac6ad89c65996e84" class="markdown markdown-main-panel enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite">
<blockquote data-path-to-node="2">
<p data-path-to-node="2,0">Di tengah suasana sejuk Kampung Nagasari, Kecamatan Taraju, kelompok ibu rumah tangga yang dipimpin oleh Wiwin tengah menikmati &#8220;panen&#8221; pesanan kicimpring rempah menjelang Ramadan. Kudapan tradisional berbahan singkong ini mengalami lonjakan permintaan hingga 200 bungkus per hari, naik berkali-kali lipat dari hari biasanya. Dengan mempertahankan proses produksi tradisional tanpa pengawet—mulai dari memarut, mengukus, hingga menjemur secara alami—kicimpring ini sukses menarik minat pembeli dari luar daerah seperti Garut. Bagi warga setempat, meningkatnya penjualan bukan sekadar soal bisnis, melainkan berkah untuk memenuhi kebutuhan hari raya.</p>
</blockquote>
<blockquote data-path-to-node="4">
<p data-path-to-node="4,0">Kicimpring rempah khas Nagasari, Tasikmalaya, kini menjadi primadona camilan tradisional yang menembus pasar supermarket. Dibuat dari singkong pilihan yang dicampur bumbu rempah autentik, kudapan ini diproses secara manual oleh tangan-tangan terampil para lansia di dapur rumah warga. Dijual dengan harga Rp12.000 per bungkus, kicimpring ini menawarkan rasa gurih alami yang cocok sebagai teman nasi maupun camilan santai. Tingginya antusiasme konsumen membuat rumah-rumah perajin sering didatangi langsung oleh pembeli yang ingin mendapatkan harga grosir untuk dijual kembali.</p>
</blockquote>
<blockquote data-path-to-node="6">
<p data-path-to-node="6,0">Produksi kicimpring di Desa Raksasari, Tasikmalaya, meningkat drastis hingga 200% menyambut bulan Ramadan. Wiwin dan para perajin lokal melaporkan lonjakan pesanan dari rata-rata 50 bungkus menjadi 200 bungkus per hari. Produk olahan singkong tanpa bahan pengawet ini diminati karena kualitasnya yang sehat dan harga yang terjangkau. Keuntungan dari peningkatan produksi ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi keluarga para perajin di pelosok daerah tersebut.</p>
</blockquote>
<ul data-path-to-node="9">
<li>
<p data-path-to-node="9,0,0"><b data-path-to-node="9,0,0" data-index-in-node="0">Lokasi:</b> Kampung Nagasari, Desa Raksasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="9,1,0"><b data-path-to-node="9,1,0" data-index-in-node="0">Produk:</b> Kicimpring singkong (varian original dan rempah).</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="9,2,0"><b data-path-to-node="9,2,0" data-index-in-node="0">Harga:</b> Rp12.000 per bungkus.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="9,3,0"><b data-path-to-node="9,3,0" data-index-in-node="0">Tren:</b> Pesanan naik dari 30-50 bungkus menjadi minimal 200 bungkus per hari selama Ramadan.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="9,4,0"><b data-path-to-node="9,4,0" data-index-in-node="0">Keunggulan:</b> Proses tradisional, tanpa pengawet, dan menggunakan bumbu rempah asli.</p>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/berita/gurihnya-kicimpring-rempah-tasik-cuan-melimpah-jelang-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Nasi Cikur Khas Tasikmalaya</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/mengenal-nasi-cikur-khas-tasikmalaya/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/mengenal-nasi-cikur-khas-tasikmalaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 03:52:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#KulinerTasik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=4222</guid>

					<description><![CDATA[Nasi Cikur merupakan kuliner ikonik dari Tasikmalaya yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nasi Cikur merupakan kuliner ikonik dari Tasikmalaya yang menonjolkan kencur sebagai bahan utamanya. Selain aromanya yang kuat, kencur memberikan warna merah kecokelatan yang khas pada nasi. Hidangan ini umumnya dinikmati bersama ayam goreng, telur, tahu, tempe, dan sambal lalap. Jika Anda ingin mencicipinya, warung-warung di sekitar Dadaha menjadi pusat kuliner nasi cikur yang populer, terutama di waktu pagi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/mengenal-nasi-cikur-khas-tasikmalaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Manis Tasikmalaya di Balik Kulit Jeruk Bali</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/rahasia-manis-tasikmalaya-di-balik-kulit-jeruk-bali/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/rahasia-manis-tasikmalaya-di-balik-kulit-jeruk-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 06:16:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#JajananTradisional]]></category>
		<category><![CDATA[#KaluaJeruk]]></category>
		<category><![CDATA[#KulinerNusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#KulinerTasik]]></category>
		<category><![CDATA[#MakananSunda]]></category>
		<category><![CDATA[#ManisanJeruk]]></category>
		<category><![CDATA[#ManisanKhas]]></category>
		<category><![CDATA[#OlehOlehTasik]]></category>
		<category><![CDATA[#UBSI #UBSIKampusTasikmalaya #KuliahBSIAja #BSITasikmalaya #SeminarEntrepreneur #WirausahaMuda #YoungEntrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[#WisataKuliner]]></category>
		<category><![CDATA[tasikmalaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=3561</guid>

					<description><![CDATA[TasikmalayaHitz – Di balik reputasinya sebagai Kota Santri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="model-response-message-contentr_1ca294368996b333" class="markdown markdown-main-panel enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite">
<p data-path-to-node="4"><strong>TasikmalayaHitz –</strong> Di balik reputasinya sebagai Kota Santri yang tenang dan religius, Tasikmalaya menyimpan kekayaan kuliner yang otentik dan memukau, salah satunya adalah Kalua Jeruk. Manisan ini bukan sekadar camilan manis biasa, melainkan cerminan dari tradisi pengolahan pangan yang cerdik dan kesabaran para leluhur Sunda. Kalua Jeruk adalah bukti nyata bahwa masyarakat lokal mampu mengubah limbah yang pahit—yaitu kulit tebal dari jeruk pomelo—menjadi sebuah sajian yang manis, segar, dan beraroma khas, menjadikannya oleh-oleh wajib yang selalu dicari wisatawan.</p>
<p data-path-to-node="5">Keunikan Kalua Jeruk terletak pada bahan bakunya yang tidak biasa. Ia diolah dari kulit jeruk Bali atau pomelo yang memiliki ketebalan luar biasa dan rasa pahit yang intens. Untuk menghilangkan rasa pahit alami yang menusuk lidah tersebut, kulit jeruk harus melewati proses yang panjang dan teliti. Proses ini melibatkan perendaman dan perebusan berulang kali dalam air, bahkan kadang dibantu dengan air kapur sirih, sebuah tahapan krusial yang menuntut kesabaran tinggi dari pembuatnya, memastikan hanya rasa segar dan tekstur kenyal yang tersisa.</p>
</div>
<p data-path-to-node="5">
<p data-path-to-node="5"><a href="https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2025/12/huf-e1764828648380.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-3563 size-full aligncenter" src="https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2025/12/huf-e1764828648380.jpg" alt="" width="650" height="710" /></a></p>
<div id="model-response-message-contentr_1ca294368996b333" class="markdown markdown-main-panel enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite">
<p data-path-to-node="6">
<p data-path-to-node="6">Setelah kulit jeruk benar-benar bersih dari rasa pahit, barulah ia masuk ke tahap pewarnaan yang estetik. Potongan kulit jeruk yang sudah lunak dicelupkan ke dalam larutan pewarna alami atau pewarna makanan yang aman, menghasilkan warna-warna cerah dan menggoda seperti hijau, merah muda, dan kuning, yang sangat kontras dengan warna aslinya. Sentuhan akhir adalah tahap pemasakan, di mana kulit jeruk direbus bersama larutan gula kental hingga gula meresap sempurna dan mengkristal di permukaan. Lapisan gula yang mengkilap dan renyah inilah yang memberikan sensasi tekstur yang unik: kenyal di dalam, kristal manis di luar.</p>
<p data-path-to-node="7">Mencicipi Kalua Jeruk adalah pengalaman yang kompleks, memadukan rasa manis yang dominan dari lapisan gula, sentuhan asam segar yang menggigit, dan sedikit jejak pahit yang samar, menjadi penyeimbang rasa yang sempurna. Manisan ini sangat cocok dinikmati bersama secangkir teh tawar hangat di sore hari, atau menjadi hidangan penutup setelah makan. Keberadaannya kini tidak hanya memperkaya khazanah kuliner Tasikmalaya, tetapi juga menjadi duta budaya yang membawa cerita tentang kreativitas dan warisan rasa dari Priangan Timur ke seluruh penjuru negeri, membuktikan bahwa kenikmatan sejati seringkali lahir dari proses yang paling sederhana dan tradisional.</p>
<p data-path-to-node="9">
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/rahasia-manis-tasikmalaya-di-balik-kulit-jeruk-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Es Sirop Bojong Ibu Momoh: Warisan Manis Tasikmalaya Sejak 1972</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/es-sirop-bojong-ibu-momoh-warisan-manis-tasikmalaya-sejak-1972/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/es-sirop-bojong-ibu-momoh-warisan-manis-tasikmalaya-sejak-1972/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi THz]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 04:46:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#EsSiropBojong]]></category>
		<category><![CDATA[#KulinerTasik]]></category>
		<category><![CDATA[#LegendaKuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#SundaFood]]></category>
		<category><![CDATA[#UBSI #UBSIKampusTasikmalaya #KuliahBSIAja #BSITasikmalaya #SeminarEntrepreneur #WirausahaMuda #YoungEntrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[#WisataKulinerJabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=3389</guid>

					<description><![CDATA[TasikmalayaHitz  —  Tasikmalaya memiliki ikon kuliner yang tak hanya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="model-response-message-contentr_c7d56022c144824e" class="markdown markdown-main-panel enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite">
<p data-path-to-node="3"><strong>TasikmalayaHitz  </strong>—  Tasikmalaya memiliki ikon kuliner yang tak hanya menyajikan kesegaran, tetapi juga menyimpan kisah sejarah panjang: <b>Es Sirop Bojong Ibu Momoh</b>. Berdiri sejak 1972, kedai sederhana di Jalan Cilembang ini membuktikan bahwa dedikasi pada resep autentik adalah magnet yang tak lekang oleh waktu, menarik para pemburu rasa dari berbagai generasi.</p>
<p data-path-to-node="4">
<h2>Sejarah dan Filosofi Otentik (1972-Sekarang)</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p data-path-to-node="5">Kisah legendaris Es Sirop Bojong bermula pada tahun <b>1972</b> dari gagasan sederhana <b>Hj. Siti Momoh (Ibu Momoh)</b>. Terinspirasi dari usaha es milik ayahnya, Ibu Momoh ingin menciptakan minuman yang lebih kaya dan berbeda.</p>
<p data-path-to-node="6">Awalnya, kedai ini hanyalah sebuah <b>gerobak kayu sederhana</b> yang mangkal di sudut jalan dekat Bojong (yang kemudian melekat menjadi nama dagang). Inovasi awalnya adalah menggabungkan sirup racikan sendiri dengan <b>santan murni</b> dan potongan buah-buahan lokal yang melimpah.</p>
<ul data-path-to-node="7">
<li>
<p data-path-to-node="7,0,0"><b>Inovasi Kunci:</b> Di era 70-an, penggunaan santan pekat sebagai kuah utama, alih-alih susu kental manis, adalah langkah revolusioner yang menciptakan rasa <b>gurih-manis</b> khas yang langsung memikat lidah warga.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="7,1,0"><b>Konsistensi Warisan:</b> Meskipun kini dikelola oleh generasi kedua (anak dan menantunya), Ibu Momoh masih aktif mengawasi proses peracikan. Filosofi <b>&#8220;Kepuasan Pembeli adalah yang Utama&#8221;</b> dan komitmen menggunakan bahan segar setiap hari (terutama santan dan buah) memastikan bahwa rasa Es Bojong hari ini sama persis dengan rasa lima dekade lalu.</p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="8">
<h2>Keunikan Rasa: Kekuatan Santan Khas</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p data-path-to-node="9">Pembeda utama yang membuat Es Sirop Bojong Ibu Momoh menjadi legenda adalah komposisi kuahnya:</p>
<ul data-path-to-node="10">
<li>
<p data-path-to-node="10,0,0"><b>Dominasi Santan:</b> Kuah Es Bojong dominan oleh <b>santan yang pekat dan beraroma wangi</b>, memberikan tekstur <i>creamy</i> dan rasa gurih yang mendalam. Ini sangat berbeda dari es campur modern yang sering didominasi rasa susu kental manis.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="10,1,0"><b>Komposisi Penuh:</b> Kuah otentik tersebut diperkaya dengan isian khas Nusantara, meliputi <b>kelapa muda, nangka, nanas, alpukat, cincau hitam, dan tape ketan hitam</b>—semuanya disajikan melimpah.</p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="11">
<h3> Varian Paling Diburu: Es Campur Duren</h3>
<p>&nbsp;</p>
<p data-path-to-node="12">Varian <b>Es Campur Durian</b> adalah menu <i>best seller</i> dan mahkota dari Es Sirop Bojong. Tambahan durian segar pada komposisi santan pekat dan aneka buah menghasilkan kombinasi rasa manis, legit, dan gurih yang luar biasa, menjadikannya wajib coba bagi wisatawan.</p>
<p data-path-to-node="13">
<h2>Magnet Tersembunyi: Bukti Kualitas Melawan Lokasi</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p data-path-to-node="14">Secara lokasi, kedai Ibu Momoh berada di Jalan Cilembang yang <b>jauh dari pusat keramaian</b> Kota Tasikmalaya, bahkan tidak dilewati angkutan umum utama.</p>
<p data-path-to-node="15">Namun, hal ini tidak pernah menjadi penghalang. Setiap hari, area parkir selalu dipadati mobil dan motor pelanggan yang <b>rela datang khusus</b> demi menikmati kesegaran legendaris ini. Es Sirop Bojong Ibu Momoh adalah bukti nyata bahwa kualitas rasa otentik adalah magnet terkuat yang mampu menarik pelanggan dari mana saja, menjadikannya salah satu ikon kuliner Tasikmalaya yang paling dibanggakan.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kuliner/es-sirop-bojong-ibu-momoh-warisan-manis-tasikmalaya-sejak-1972/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
