BeritaPendidikan

Bangun Mental Pengusaha Sejak Semester Pertama, Ratusan Mahasiswa Universitas BSI Tasikmalaya Antusias Ikuti Seminar Wajib Entrepreneur

×

Bangun Mental Pengusaha Sejak Semester Pertama, Ratusan Mahasiswa Universitas BSI Tasikmalaya Antusias Ikuti Seminar Wajib Entrepreneur

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha melalui kegiatan Seminar Wajib Entrepreneur yang digelar pada Rabu (28/10/2026), bertempat di Aula Kampus Universitas BSI Tasikmalaya.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa semester satu ini menjadi momentum penting dalam menanamkan pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) sejak awal perkuliahan. Melalui seminar tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, tetapi juga berani menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan.

Mengusung tema “From Campus to Business: Building the Entrepreneurial Mindset for the Future”, seminar ini menghadirkan Rizki Agisti, pengusaha Tana Makmoer dan Saltchic, sebagai narasumber utama. Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Kainda Maulidia Farda, alumni Universitas BSI sekaligus Owner TO Titasix, yang berbagi inspirasi melalui sesi testimoni alumni sukses.

Acara dipandu oleh Ir. Dini Silvi Purnia, M.Kom., selaku Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, yang bertindak sebagai moderator.

Rizki Agisti: Jangan Takut Memulai Bisnis dari Hal Kecil

Dalam seminar tersebut, Rizki Agisti membagikan pengalaman dan wawasan mengenai dunia kewirausahaan, mulai dari membangun ide bisnis, melihat peluang pasar, hingga pentingnya konsistensi dalam mengembangkan usaha.

Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi pengusaha, terlebih dengan dukungan perkembangan teknologi digital yang semakin memudahkan aktivitas bisnis.

Baca juga: UBSI Tasikmalaya Gelar Seminar Akselerasi Transformasi Digital Bersama Diskominfo

“Menjadi pengusaha itu bukan berarti harus langsung memiliki modal besar atau bisnis yang besar. Semuanya bisa dimulai dari hal kecil, dari apa yang kita miliki, dan dari peluang yang ada di sekitar kita. Yang terpenting adalah berani memulai, mau belajar, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,” ujar Rizki Agisti.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan mengembangkan kreativitas, memperluas relasi, serta mencoba berbagai ide usaha.

“Jangan menunggu lulus kuliah untuk mulai berbisnis. Justru masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk belajar, mencoba, dan membangun pengalaman. Tidak masalah jika usaha pertama belum berhasil, karena dari proses itulah kita belajar menjadi entrepreneur yang lebih tangguh,” tambahnya.

Kainda Maulidia Farda: Kesuksesan Alumni Berawal dari Keberanian Mengambil Peluang

Inspirasi lainnya datang dari Kainda Maulidia Farda, alumni Universitas BSI sekaligus Owner TO Titasix, yang hadir untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru melalui pengalaman perjalanan karier dan kewirausahaannya.

Kainda menekankan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan.

“Sebagai alumni Universitas BSI, saya ingin memberikan semangat kepada adik-adik mahasiswa bahwa kesempatan untuk sukses itu terbuka bagi siapa saja. Jangan hanya fokus pada nilai akademik, tetapi manfaatkan juga masa kuliah untuk mengembangkan keterampilan, membangun relasi, dan mencari pengalaman sebanyak mungkin,” ungkap Kainda.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman serta terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja dan bisnis.

“Saya berharap mahasiswa Universitas BSI Tasikmalaya memiliki mimpi yang besar dan berani mewujudkannya. Jangan takut mencoba sesuatu yang baru, karena setiap pengalaman akan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” lanjutnya.

Dini Silvi Purnia: Mahasiswa Harus Berani Menjadi Pencipta Lapangan Kerja

Sementara itu, Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, Ir. Dini Silvi Purnia, M.Kom., menyampaikan bahwa Seminar Wajib Entrepreneur merupakan salah satu bentuk komitmen kampus dalam membangun karakter mahasiswa yang mandiri, kreatif, dan berorientasi pada inovasi.

“Melalui Seminar Wajib Entrepreneur ini, kami ingin menanamkan pola pikir kewirausahaan sejak mahasiswa berada di semester pertama. Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk bermimpi, menciptakan peluang, dan mengembangkan potensi dirinya. Kami ingin lulusan Universitas BSI tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” jelas Dini.

Dini juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan mahasiswa sebagai peluang untuk membangun usaha yang inovatif dan berdaya saing.

Baca juga: Universitas BSI Tasikmalaya Siap Gelar Seminar Wajib Entrepreneur, Dorong Mahasiswa Baru Berani Berbisnis Sejak Dini

“Di era digital saat ini, peluang untuk menjadi entrepreneur semakin terbuka luas. Mahasiswa bisa memulai bisnis dari ide sederhana dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, maupun teknologi digital lainnya. Melalui BSI Entrepreneur Center, kami terus berupaya memberikan motivasi, pembinaan, dan pendampingan agar ide-ide bisnis mahasiswa dapat berkembang menjadi usaha nyata,” tambahnya.

Menurut Dini, menghadirkan pengusaha dan alumni sukses dalam kegiatan seminar menjadi strategi untuk memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai peluang dan tantangan dunia usaha.

Yasin: Seminar Ini Membuat Saya Lebih Termotivasi untuk Berwirausaha

Antusiasme kegiatan juga dirasakan oleh para peserta. Salah satunya Yasin, mahasiswa semester satu Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, yang menyampaikan kesan positif setelah mengikuti seminar.

Menurut Yasin, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru sekaligus membuka pandangannya mengenai peluang menjadi pengusaha sejak usia muda.

“Seminarnya sangat menarik dan memberikan banyak motivasi bagi saya sebagai mahasiswa baru. Awalnya saya berpikir bahwa untuk memulai bisnis harus memiliki modal besar dan pengalaman yang banyak. Namun setelah mengikuti seminar ini, saya jadi memahami bahwa bisnis bisa dimulai dari ide sederhana, asalkan kita berani mencoba dan mau terus belajar,” ujar Yasin.

Ia juga mengaku terinspirasi dengan pengalaman yang dibagikan oleh narasumber dan alumni Universitas BSI.

“Saya senang bisa mendapatkan pengalaman langsung dari pengusaha dan alumni yang sudah sukses. Kegiatan ini membuat saya semakin semangat untuk kuliah sekaligus mulai memikirkan ide bisnis yang bisa dikembangkan ke depannya. Harapannya, saya juga bisa menjadi pengusaha sukses seperti mereka,” tambahnya.

Universitas BSI Dorong Lahirnya Entrepreneur Muda Berbasis Digital

Seminar Wajib Entrepreneur berlangsung dengan antusiasme ratusan mahasiswa yang mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran praktisi bisnis dan alumni memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai dunia kewirausahaan secara lebih nyata.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas BSI terus berkomitmen mengembangkan potensi mahasiswa melalui kegiatan akademik maupun nonakademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Melalui BSI Entrepreneur Center (BEC), Universitas BSI Kampus Tasikmalaya berupaya membangun ekosistem kewirausahaan yang mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berbisnis.

Kegiatan Seminar Wajib Entrepreneur ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun usaha sejak berada di bangku kuliah.

Dengan semangat “From Campus to Business”, Universitas BSI Tasikmalaya optimistis mampu melahirkan generasi entrepreneur muda yang kreatif, mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *