Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter anak sejak dini. Kegiatan bertajuk “Membentuk Generasi Berkarakter Luhur dengan Edukasi Anti-Bullying” ini berlangsung di SDN 1 Kalangsari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, pada Kamis (29/10), dengan melibatkan siswa kelas 4 sebagai peserta.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui skema mandiri ini diikuti oleh tujuh mahasiswa UBSI yang tergabung dalam Kelompok 1 di bawah bimbingan Rusli Nugraha. Tim tersebut diketuai oleh Muhamad Alif Prasetya, dengan Yunita Dewi sebagai sekretaris, serta anggota Lutfi Muzaky Arif, Dwi Taufiqurahman, Nadia Tsania Az-Zahra, M. Rasya Rayganis, dan Azhar Lauda Zacky Wilaga.
Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar mengenai tindakan bullying atau perundungan yang masih sering dijumpai dalam lingkungan pertemanan. Perilaku seperti mengejek, mengucilkan, hingga mendorong teman terkadang dianggap sebagai bentuk candaan. Padahal, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi korban, seperti kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak nyaman ketika berada di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi dengan pendekatan yang santai dan interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa. Materi yang diberikan meliputi pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara menghadapi dan mencegah tindakan tersebut.
Selain penyampaian materi, siswa juga diajak untuk memahami perbedaan antara bercanda dan perilaku yang dapat menyakiti orang lain. Mahasiswa turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya keberanian untuk melapor kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, menjawab pertanyaan, hingga berbagi pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah. Untuk meningkatkan semangat peserta, mahasiswa memberikan hadiah kepada siswa yang aktif menjawab pertanyaan serta membagikan permen kepada seluruh siswa yang hadir.
Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa mengajak seluruh peserta untuk membangun hubungan pertemanan yang positif dengan saling menghargai, peduli, dan tidak menyakiti satu sama lain. Seluruh rangkaian kegiatan juga didokumentasikan dalam bentuk video sebagai luaran utama program Pengabdian kepada Masyarakat.
Ketua pelaksana, Muhamad Alif Prasetya, menyampaikan bahwa edukasi anti-bullying perlu diperkenalkan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak lebih memahami pentingnya menghargai sesama.
“Anak-anak sering menganggap mengejek atau mengucilkan teman itu hal biasa. Lewat kegiatan ini, kami ingin mereka paham bahwa bercanda dan menyakiti itu berbeda, serta berani bersuara kalau melihat temannya diperlakukan tidak baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Kalangsari, Neni Setiawati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi metode penyampaian materi yang dikemas secara santai sehingga lebih mudah diterima oleh para siswa.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menghargai sesama serta membentuk karakter positif sejak dini.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBSI Kampus Kota Tasikmalaya berharap pesan mengenai pencegahan bullying dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak tanpa adanya tindakan perundungan.



