PendidikanOpini

Tingkatkan Literasi Digital, Pustakawan UBSI Tasikmalaya Dalami Pemanfaatan E-Resources Perpustakaan

×

Tingkatkan Literasi Digital, Pustakawan UBSI Tasikmalaya Dalami Pemanfaatan E-Resources Perpustakaan

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Transformasi digital mendorong perpustakaan perguruan tinggi untuk terus mengembangkan layanan informasi yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan akademik. Kehadiran sumber informasi elektronik atau electronic resources (e-resources) menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses terhadap referensi ilmiah sekaligus mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, dan penulisan karya ilmiah.

Dalam upaya meningkatkan wawasan mengenai layanan perpustakaan digital, Pustakawan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya mengikuti Webinar Sosialisasi E-Resources Perpustakaan UBSI bertema “Perpustakaan di Era Digital: Dari Rak Buku ke Ruang Pengetahuan Tanpa Batas”, Senin (19/10). Kegiatan diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Webinar ini menghadirkan tiga pustakawan UBSI sebagai narasumber dan moderator. Materi disampaikan oleh Banu Dwi Yulianto, Pustakawan UBSI Kampus Jatiwaringin sebagai narasumber pertama, serta Okta Ayu Melya Pustakawan UBSI Kampus Kramat 98, sebagai narasumber kedua. Sementara itu, jalannya kegiatan dipandu oleh Salsabila Hasna Pustakawan UBSI Kampus BSD selaku moderator.

Kegiatan ini berfokus pada pengenalan dan pemanfaatan sumber informasi elektronik yang tersedia melalui layanan perpustakaan UBSI. Peserta diajak mengenal akses serta penggunaan e-book dan e-journal untuk mendukung kebutuhan referensi perkuliahan, penelitian, dan penyusunan tugas akhir. Webinar juga menyediakan materi sosialisasi, panduan e-book dan e-journal, serta e-sertifikat bagi peserta.

Baca juga: Perpustakaan UBSI Kampus Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi Mahasiswa Baru melalui ORMIK 2026

Pemanfaatan e-resources menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan perpustakaan perguruan tinggi. Melalui sumber informasi digital, sivitas akademika memiliki alternatif untuk menelusuri referensi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada koleksi cetak. Ketersediaan layanan ini turut membuka peluang bagi perpustakaan untuk memberikan dukungan informasi yang lebih fleksibel sesuai dengan ketentuan akses yang berlaku.

Bagi pustakawan, pemahaman mengenai e-resources tidak hanya berkaitan dengan cara mengakses koleksi digital, tetapi juga kemampuan mendampingi pemustaka dalam menemukan dan memanfaatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan akademik. Pustakawan memiliki peran dalam mendukung literasi informasi, mulai dari pengenalan sumber referensi, strategi penelusuran, hingga pemahaman mengenai penggunaan informasi secara bertanggung jawab.

“Penguasaan layanan e-resources menjadi salah satu kompetensi penting bagi pustakawan di era digital. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pemanfaatan sumber informasi elektronik sehingga dapat membantu sivitas akademika menemukan referensi yang relevan untuk menunjang pembelajaran dan penelitian,” ujar Lina, Pustakawan UBSI Kampus Tasikmalaya.

Menurut Lina, layanan perpustakaan digital perlu disertai dengan pengenalan dan pendampingan yang tepat agar pemustaka dapat memanfaatkan sumber informasi secara efektif. Dengan dukungan pustakawan, akses terhadap e-book dan e-journal dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang lebih terarah sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi digital di lingkungan perguruan tinggi.

Dukungan terhadap pengembangan kompetensi pustakawan juga disampaikan oleh Agung Baitul Hikmah, Kepala Kampus Universitas BSI Kampus Tasikmalaya. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan pustakawan agar layanan perpustakaan dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan sivitas akademika.

“Perpustakaan di era digital tidak hanya dituntut menyediakan sumber informasi, tetapi juga membantu pengguna memahami cara mengakses dan memanfaatkannya. Karena itu, pengembangan kompetensi pustakawan dalam layanan e-resources menjadi penting agar mahasiswa dan dosen dapat memperoleh dukungan informasi yang relevan untuk kegiatan akademik,” ujar Agung Baitul Hikmah.

Baca juga: Pustakawan Universitas BSI Ikuti Pelatihan Promosi Perpustakaan Berbasis Digital Angkatan III Tahun 2025

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat peran perpustakaan sebagai mitra pembelajaran dan penelitian. Melalui peningkatan kompetensi pustakawan serta pengenalan layanan digital secara berkelanjutan, perpustakaan diharapkan mampu menghadirkan layanan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi pengguna.

Keikutsertaan Pustakawan UBSI Kampus Tasikmalaya dalam webinar ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan layanan informasi digital. Pengetahuan mengenai akses dan pemanfaatan e-book serta e-journal dapat menjadi bekal dalam mendukung layanan perpustakaan yang informatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan akademik.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika terus mendorong pengembangan kompetensi sivitas akademika dan pemanfaatan teknologi untuk menunjang kegiatan pendidikan. Melalui penguatan literasi digital dan optimalisasi layanan informasi elektronik, perpustakaan diharapkan semakin berperan sebagai ruang pengetahuan yang menghubungkan sivitas akademika dengan berbagai sumber informasi untuk mendukung pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *