Tasikmalayahitz.com, Pandeglang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten, akan memiliki atraksi wisata baru berupa skydiving atau terjun payung. Wisata ini dikembangkan PT Banten West Java (BWJ) bersama PT Bro Skydive Indonesia. Rabu (7/10)
Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia, Fanny Kusuma Dewi, mengatakan fasilitas skydiving ditargetkan siap dan mulai beroperasi pada Desember 2026, sebelum periode libur akhir tahun.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, pengelola menyiapkan lahan sekitar 9 hektar sebagai landing zone atau area pendaratan penerjun. Operasional juga akan memanfaatkan fasilitas Bandara Salakanagara yang berada di kawasan Tanjung Lesung.
Baca juga: Kastil Nijo Kyoto Siapkan Tarif Tiket Berbeda untuk Penduduk dan Wisatawan
Direktur Operasional Banten West Java, Kunto Wijoyo, mengatakan fasilitas pendukung yang dibangun meliputi perpanjangan apron dan taxiway, serta perpanjangan landasan pacu atau runway sekitar 200 meter untuk meningkatkan keamanan pendaratan. Selain itu, akan disiapkan bangunan kantor Bro Skydive di dalam hanggar.
Pengembangan skydiving tersebut diarahkan sebagai bagian dari wisata olahraga dirgantara (sport aviation) dan aviation tourism. Wisatawan nantinya tidak hanya dapat mencoba terjun payung, tetapi juga menikmati aktivitas lain seperti jetski, memancing, snorkeling, hingga island hopping.
Baca juga: Puncak Sosok Bantul, Wisata Bukit untuk Menikmati Sunset hingga Gemerlap Kota Yogyakarta
Fasilitas skydiving ditargetkan dikembangkan sebagai dropzone bertaraf internasional dan selesai pada minggu kedua Desember 2026. Pengembangan ini diharapkan dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta penggemar olahraga dirgantara dari wilayah Jabodetabek.
Dikutip dari Kompas.com, akses menuju Tanjung Lesung juga diproyeksikan semakin mudah setelah Tol Serang-Panimbang selesai. Ruas tersebut ditargetkan rampung secara keseluruhan pada kuartal II 2027, dengan waktu tempuh Jakarta–Tanjung Lesung diperkirakan sekitar 2–2,5 jam.



