Wisata

Menyingkap Tabir Sanghyang Heuleut: Laguna Purba Tersembunyi di Jantung Cipatat

68
×

Menyingkap Tabir Sanghyang Heuleut: Laguna Purba Tersembunyi di Jantung Cipatat

Share this article
Menepi sejenak dari bisingnya kota, menemukan kedamaian di antara tebing purba Sanghyang Heuleut. Mengapung santai di atas air hijau zamrud adalah definisi healing yang sesungguhnya (Foto Dok:citarumharum.jabarprov)

TasikmalayaHitz, Bandung Barat – Di balik kokohnya tebing-tebing kapur dan rimbunnya hutan Cipatat, tersembunyi sebuah laguna eksotis yang menjadi saksi bisu sejarah geologi Jawa Barat: Sanghyang Heuleut. Destinasi ini kini bertransformasi menjadi magnet bagi para pecinta wisata petualangan yang mencari ketenangan di tengah kemegahan formasi batuan purba.

Secara etimologi, “Sanghyang” berarti tempat yang suci dan “Heuleut” berarti selang waktu atau batas. Legenda lokal menyebutkan tempat ini sebagai pemandian para bidadari. Namun, secara ilmiah, Sanghyang Heuleut merupakan cekungan alami yang terbentuk dari aliran Sungai Citarum Purba yang kini masuk dalam kawasan PLTA Saguling.

Simfoni Air Hijau Zamrud dan Batuan Purba

Daya tarik utama Sanghyang Heuleut terletak pada kontras visualnya. Air yang berwarna hijau zamrud (pada musim kemarau) dikelilingi oleh tebing-tebing batu raksasa yang menjulang tinggi. Formasi batuan ini merupakan bagian dari anggota formasi Rajamandala yang telah berusia jutaan tahun.

Aksesibilitas dan Pengalaman Wisata

Bagi para pelancong, menuju Sanghyang Heuleut adalah sebuah petualangan tersendiri:

  • Trekking: Pengunjung harus melakukan jalan kaki sekitar 1,5 hingga 2 jam melalui jalur yang berbatu dan menantang, melewati hutan dan aliran sungai.

  • Aktivitas: Selain berenang, cliff jumping dari tebing batu menjadi aktivitas favorit bagi mereka yang memiliki adrenalin tinggi.

  • Keasrian: Lokasi ini relatif jauh dari pemukiman, menjadikannya pelarian sempurna dari kebisingan kota Bandung maupun Jakarta.

Komitmen Pelestarian Lingkungan

Seiring meningkatnya popularitas, pengelola setempat dan komunitas sadar wisata terus menekankan pentingnya menjaga kebersihan. Mengingat lokasinya yang berada di kawasan teknis waduk Saguling, wisatawan diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tetap memperhatikan debit air, terutama saat musim penghujan demi keamanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *