TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Dalam upaya meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, khususnya bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan jantung, sebuah inovasi digital dikembangkan melalui pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media pengingat obat. Inisiatif ini menjadi solusi praktis terhadap tantangan keterbatasan sumber daya dan jangkauan layanan kesehatan, khususnya di tingkat Puskesmas.
Aplikasi “CareBlast”, yang merupakan Sistem Informasi Pengingat Obat Melalui Notifikasi Whatsapp, dikembangkan oleh tiga mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya, yaitu Ari Zainal Fauziah, Akmal Sidik, dan Shofia Khofifah. Pengembangan aplikasi ini dilakukan sebagai bagian dari proyek tugas akhir dan dibimbing langsung oleh Haerul Fatah, M.Kom selaku Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya.
Aplikasi yang telah selesai dibuat, dihibahkan pada UPTD Puskesmas Panglayungan, yang menjadi mitra dan tempat implementasi sistem ini. Serah terima aplikasi tersebut dilakukan pada Rabu (30/7/25) di UPTD Puskesmas Panglayungan yang diterima langsung oleh drg. Elida Darma, M.M selaku Kepala UPTD Puskesmas Panglayungan.
Elida mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik antara Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya dengan Puskesmas Panglayungan.
“Aplikasi ini sangat membantu dan bermanfaat bagi petugas di puskesmas, jadi sekarang kami bisa mengirimkan notifikasi untuk minum obat kepada pasien, ini sangat membantu dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan mereka.” Ujar Elida
Kepala UPTD Puskesmas Panglayungan tersebut juga mengharapkan kolaborasi yang berkesinambungan
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depannya, kami sangat terbuka dan antusias untuk menjalin kerja sama lainnya, baik dalam pengembangan teknologi maupun program-program inovatif lainnya yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.” Pungkas Elida
Disisi lain, Ari Zainal Fauziah sebagai salah satu mahasiswa pengembang dari aplikasi yang dibuat mengemukakan manfaat dari aplikasi yang dibuat
“Kami melihat bahwa teknologi sederhana seperti WhatsApp bisa memberikan dampak besar bagi pasien di Puskesmas. Ini bukan hanya soal pengingat, tapi bagaimana kita membangun komunikasi kesehatan yang aktif dan terpantau” ujar Ari
Melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan dapat menghasilkan solusi konkret yang aplikatif. Semoga kerja sama serupa terus tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.









