TasikmalayaHitz, Cijantung, Ciamis – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan dampak bullying di era digital, MAN 3 Cijantung akan menyelenggarakan seminar bertajuk “Solusi Pemanfaatan Media Sosial untuk Kesehatan Mental Gen Z”, Selasa (20/5), bertempat di Aula MAN 3 Cijantung.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi MAN 3 Cijantung dan menghadirkan pembicara utama Agung Baitul Hikmah, M.Kom, seorang akademisi sekaligus pemerhati media digital. Seminar ini menjadi ruang refleksi bagi para pelajar untuk memahami sisi gelap dunia maya sekaligus mencari solusi kreatif dalam menghadapinya.
Dalam paparannya, Agung menjelaskan bahwa bullying di era digital tidak hanya terjadi secara fisik, namun juga dalam bentuk komentar negatif, body shaming, doxing, dan perilaku tidak menyenangkan lainnya di media sosial.
“Media sosial bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi memberi ruang ekspresi, tapi di sisi lain bisa menjadi tempat yang penuh tekanan jika tidak digunakan dengan bijak,” ujar Agung.
Ia menekankan pentingnya literasi digital di kalangan Gen Z agar tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga kreator konten positif yang mendukung kesehatan mental. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mengubah cara menggunakan media sosial, dari sekadar konsumsi hiburan menjadi sarana berbagi motivasi, edukasi, dan empati.
“Gen Z harus sadar bahwa mereka punya kekuatan besar di ujung jempol. Dengan satu unggahan positif, mereka bisa mempengaruhi ratusan hingga ribuan orang untuk merasa lebih baik,” tambahnya.
Seminar ini juga dilengkapi dengan sesi interaktif, di mana para siswa dapat berbagi pengalaman dan berdiskusi langsung dengan narasumber. Banyak dari mereka mengaku pernah mengalami atau menyaksikan bullying secara online, dan merasa terbantu dengan adanya forum semacam ini.
Kepala MAN 3 Cijantung menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan karakter siswa dan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, baik secara fisik maupun mental.
“Kami berharap, setelah mengikuti seminar ini, para siswa lebih bijak bermedia sosial dan saling mendukung sebagai sesama generasi digital,” tuturnya.
Seminar ini ditutup dengan ajakan untuk membuat kampanye di media sosial bertema #BijakBersosmed dan #StopBullying, yang diharapkan dapat menjadi gerakan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat.








