PendidikanBerita

Tim BSI Explore 2025 Ungkap Sejarah Mama Aceng: Salah Satu Tokoh Ulama Kharismatik Lima Ulama Salopa (LIMUS) di Desa Kaputihan Tasikmalaya

445
×

Tim BSI Explore 2025 Ungkap Sejarah Mama Aceng: Salah Satu Tokoh Ulama Kharismatik Lima Ulama Salopa (LIMUS) di Desa Kaputihan Tasikmalaya

Share this article
Tim BSI Explore berkunjung ke kediaman Bapak Jaliatul Abror

TasikmalayaHitz – Tasikmalaya, 7 Februari 2025 – Dalam rangkaian kegiatan eksplorasi potensi desa, Dosen dan Mahasiswa dari Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya yang merupakan Tim BSI Explore 2025 berhasil mengungkap sejarah penting mengenai salah satu tokoh ulama kharismatik di Desa Kaputihan, Kec. Jatiwaras, Kab. Tasikmalaya. Penemuan sejarah ini terungkap saat melakukan penelusuran di Dusun Sirnasari.

Berdasarkan penuturan Punduh di Dusun Sirnasari, Bapak Jaliatul Abror Mama Aceng merupakan salah satu dari Lima Ulama Salopa (LIMUS) yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan keagamaan di Desa Kaputihan. “Mama Aceng, beliau adalah ulama kharismatik, yang berakhlak mulia, ramah tamah, sopan santun handap asor dan tawadhu. Dalam hal ini akhlakul karimah Mama ini membuat para santri terkagum kagum dengan akhlak Mama pada waktu itu hingga sampai saat ini, orang yang pernah menyaksikan perilaku akhlakul karimah mama dijumpai rasa sedih dan kekaguman yang tak ada hentinya. Namun sayangnya Mama ini tidak bisa dicari pada media massa manapun dikarenakan sejarahnya yang tidak terpublikasi,” ungkap Bapak Jaliatul Abror saat ditemui Tim BSI Explore di kediamannya.

Ketua Tim BSI Explore 2025, Asy Syaima Attofah Mujahidah, menjelaskan bahwa penemuan sejarah ini merupakan hasil dari program eksplorasi potensi desa yang sedang dilakukan. “Kami tidak menyangkan akan menemukan informasi yang sangat berharga ini. Sejarah Mama Aceng sebagai bagian dari LIMUS belum pernah terpublikasi di media manapun sebelumnya merupakan informasi yang menarik untuk kami angkat lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Bapak Jaliatul Abror menceritakan bahwa Mama Aceng dikenal sebagai ulama yang memiliki kharismatik, karomah, dan kearifan dalam membimbing masyarakat. Beliau aktif mengajarkan ilmu agama melalui pengajian-pengajian yang rutin dan bahkan beliau mendirikan sebuah pesantren di Desa Kaputihan pada Tahun 1960 yang bernama pondok pesantren Nurul Falah (untuk asrama laki-laki) dan Nurusya’adah (untuk asrama perempuan). Selain itu juga beliau rajin menimba ilmu meskipun beliau dijuluki ‘ulama’ namun beliau tidak pernah putus untuk tetap menuntut ilmu.

Tim BSI Explore 2025 berencana untuk mendokumentasikan sejarah ini secara lebih lengkap sebagai dari upaya pelestarian sejarah lokal. “Kami akan melakukan penelitian lebih lanjut dengan mewawancarai berbagai pihak atau narasumber yang mengenal sosok Mama Aceng. Informasi ini terlalu berharga untuk tidak didokumentasikan,” ujar Fauziah Nur Madinah, salah satu anggota peserta BSI Explore 2025.

Penemuan sejarah ini menambah daftar potensi desa yang berhasil diungkap oleh Tim BSI Explore 2025, ke depannya, tim berencana menyusun dokumentasi lengkap sejarah Mama Aceng dengan mengangkat sejarahnya kedalam sebuah artikel dan dipublikasikan ke media massa online juga membuatkan video dokumenter singkat sejarah Mama Aceng ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *